Home » blog » NVR dan DVR
Sabtu, Oktober 14th 2017. kategori: Blog

STANDART KOMPRESI VIDEO H.265

Saat ini semakin banyak produsen kamera CCTV yang mulai memperkenalkan kamera dengan resolusi ultra HD atau 4K UHD atau setara dengan 8,3 Megapixel (MP). Dengan resolusi yang semakin tinggi,maka semakin dibutuhkan bandwidth yang lebih besar serta storage yang lebih besar juga. Untuk menghindari hal tersebut,maka dibutuhkan suatu  teknologi kompresi data yang lebih baik.

Teknologi kompresi H.264pada cctv ,IP camera mautpun media perekamnya DVR dan NVR saat ini merupakan teknologi kompresi video yang paling banyak digunakan. Namun diperkirakan dalam beberapa tahun tidak akan memadai lagi untuk mengkompresi video dengan resolusi yang semakin tinggi. Batas maksimal resolusi video yang didukung oleh teknologi kompresi H.264 adalah 4K UHD atau setara dengan 8,3 MP video, dan Frame per second (FPS) yang didukung hanya sampai 60 FPS saja.

Beberapa produsen kamera CCTV,IP camera mautpun media perekamnya DVR dan NVR sudah mulai mengeluarkan produk-produk diatas 4K UHD atau 8MP. Kamera dengan resolusi  12MP,16MP,24MP,bahkan 30MP sudah bisa kita temukan dipasaran (atau mungkin pada saat tulisan ini diturunkan, sudah ada yang mengeluarkan lebih dari 30MP). Untuk mendukung tingginya resolusi tersebut maka harus menggunakan sistem kompresi yang lebih baik pula.

Untuk itu, hadirlah standar kompresi baru yakni H.265. sistem kompresi ini sudah mendukung sampai dengan 8K UHD video atau setara dengan 33,2MP dan sudah mendukung sampai 300FPS. Sistem kompresi ini lebih efisien 40 sampai 50 persen dibanding dengan H.264. sistem konpresi yang jauh lebih efisien ini akan menghasilkan bandwidth yang lebih rendah untuk kualitas gambar yang

Selain itu, H.265 pada cctv,IP camera mautpun media perekamnya DVR dan NVR juga membuat kualitas gambar yang dapat dilihat melalui perangkat mobile akan menjadi semakin baik. Tak lama lagi video yang ditampilkan pada perangkat mobile adalah video-video dengan kualitas HD dengan FPS  yang sudah cukup tinggi.

Dengan berbagai kelebihan yang sama kita lihat,kompresi H.265 sayangnya saat ini belum diadopsi secara luas. Hal ini disebabkan oleh beberapa alasan seperti masih tingginya harga GPU (Graphics Processing Unit) yang dibutuhkan, mengingat kekuatan GPU yang dibutuhkan untuk proses kompresi meningkatkan harga sekitar 2 kali lipat. Selain itu, sistem lisensi untuk H.265 juga lebih mahal dibandingkan dengan H.264.

Produk terbaru

PABX Semarang
[yak_price]
Drum KX-FAD412E
[yak_price]